Kamis, 28 November 2013

Tentang Prinsip Dasar Geosynthetic






Geosynthetic dalam perkuatan timbunan tanah dapat berupa geotextile anyam dan nir-anyam, maupun geogrid. Fungsi geotekstil digunakan sebagai tulangan, pemisah atau drainase. Jika timbunan terletak pada tanah yang lunak, deformasi yang berlebihan menyebabkan timbunan menjadi melengkung ke bawah. Lengkungan pada timbunan ini merusakkan bangunan yang berada di atasnya.

Pada prinsipnya, timbunan berperilaku sama seperti balok yang dibebani, yaitu bila timbunan melengkung terlalu tajam, maka akan timbul retak-retak di bagian bawahnya. Analisis mekanika tanah dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi tanah dan geometri timbunannya. Dari analisis ini akan dihasilkan kekuatan tulangan geotekstil yang dibutuhkan agar timbunan tidak berdeformasi secara berlebihan. Geotekstil, bila diletakkan di bawah timbunan jalan atau tanggul juga dapat mengurangi tegangan-tegangan pada lapisan tanah di bagian bawah, yaitu ketika lapisan ini mengalami tarikan akibat beban yang bekerja. Dengan adanya geotekstil, integritas struktur timbunan lebih terjaga, sehingga beban timbunan disebarkan ke area yang lebih luas dan dengan demikian geotekstil dapat mengurangi intensitas tekanan ke tanah di bawahnya.

Jika tanah lunak yang berada di bawah timbunan terpenetrasi ke dalam bahan timbunan di atasnya, maka sifat-sifat mekanis tanah timbunan akan terpengaruh, yaitu kekuatan tanah di sekitar dasar timbunan akan berkurang. Kadar air dalam tanah lunak secara berangsur-angsur berkurang oleh adanya geotekstil yang berfungsi sebagai drainase dalam tanah. Demikian pembahasannya tentang prinsip dasar Geotextile semoga bermanfaat untuk pengetahuan anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar